Merokok di Depan Anak Kecil Adalah Tindakan yang Tak Layak Dibenarkan

Merokok atau tidak merokok adalah hak masing-masing individu. Saat sudah dewasa, setiap orang punya hak penuh untuk menentukan apa yang ia mau. Merokok memang tak baik bagi kesehatan. Namun suka-tidak suka, tidak semua manusia dalam hidupnya memprioritaskan kesehatan. Walaupun merokok adalah hak, tetap ada etika yang mengikat para pelakunya agar tak merugikan manusia lain di sekitarnya. Dan apapun alasannya, merokok di depan anak kecil adalah tindakan yang mesti dihentikan. Risiko seorang anak untuk menderita penyakit jantung melompat jadi 4 kali lipat lebih tinggi jika sang orangtua merokok di sekitar mereka. Pada anak, asap rokok akan meningkatkan level kotinin dalam darah mereka — sementara level kotinin yang tinggi dalam darah adalah salah satu faktor penyebab penyumbatan jantung. Selain risiko pada jantung, anak yang terekspos pada asap rokok juga menunjukkan kerentanan pada infeksi telinga, pneumonia, radang tenggorokan, dan penyakit paru-paru. Mirisnya, mereka sebenarnya tak pernah melakukan sesuatu yang membuat mereka layak mewarisi risiko penyakit sebanyak itu. Anak tak bisa memilih siapa orangtuanya, atau orang dewasa seperti apa yang hadir di sekitar mereka. Kita yang seharusnya lebih bijak menjaga danmerawat mereka sebaik-baiknya.