Akibat Insomnia

Para ahli telah mengidentifikasi insomnia sebagai penyakit prion yang disebabkan oleh protein abnormal yang berkembang dari mutasi genetik yang mempengaruhi fungsi otak sehingga menyebabkan hilangnya memori, tak dapat mengendalikan gerakan otot dan halusinasi. Pada tahun 1986, para peneliti melaporkan kasus seorang pria berusia 53 tahun yang menderita kurang tidur dan hanya mendapatkan tidur 2-3 jam per malam dalam New England Journal of Medicine. Dua bulan kemudian, pria itu hanya bisa tidur satu jam per malam dan sering terganggu oleh mimpi yang nyata. Setelah 3-6 bulan, dia sama sekali tak bisa tidur dengan normal sehingga dia mengalami kelelahan parah, tremor tubuh dan sulit bernafas. Setelah 8 bulan, ia terjatuh dan akhirnya meninggal. Setelah diteliti dari riwayat keluarga pria itu terungkaplah bahwa dua orang saudara perempuan dan banyak anggota keluarganya yang lain juga meninggal akibat penyakit serupa.