Mau Lihat Hiu Besar di Bumi? Ke Teluk Cendrawasih yuk!

Perairan Teluk Cendrawasih di sebelah utara Papua adalah Taman Nasional dengan perairan terluas di Indonesia. Teluk Cendrawasih juga merupakan kawasan konservasi laut terbesar di Indonesia, sekaligus pusat penelitian hiu paus (whale shark). Hiu besar yang jinak ini memiliki panjang 14 meter, namun hanya memakan ikan teri kecil dan plankton. Hiu paus dapat dipanggil dengan cara melempar ikan puri ke laut. Mereka pun, terkadang berkelompok langsung menyembul ke permukaan air. Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan teluk yang dikelilingi beberapa pulau. Ada Pulau Biak, Yapen, Yoop, Nusrowi, Numfor, Mioswaar dan Rumberpon. Teluk Cendrawasih berada di tepi Samudera Pasifik dan merukapan lempengan benua sehingga sangat kaya akan flora dan fauna. Tiket masuk ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih Rp 5.000,- untuk turis domestik dan Rp 150.000,- untuk turis asing. Snorkeling Rp 15.000,- dan diving Rp 25.000,-. Murah bukan? Soal fauna bawah laut, wisatawan pasti lebih tertarik dengan Raja Ampat. Padahal, fauna di Teluk Cendrawasih ini tak kalah beragam. Ada remis raksasa, hiu, lumba-lumba, dugong, 209 jenis ikan, serta 4 jenis penyu yang dilindungi yaitu penyu sisik, penyu hijau, penyu lekang dan penyu belimbing. Waktu yang terbaik untuk mengunjungi Taman Nasional ini adalah Mei hingga Oktober, meski hiu paus selalu ada sepanjang tahun. Kantor Taman Nasional Teluk Cendrawasih di Jalan Trikora Wosi Rendani, Manokwari. Beberapa operator diving menyediakan fasilitas menyelam, antara lain Pearl of Papua dan Papua Diving. Semua operator tur disini merupakan jasa warga lokal. Untuk mencapai Teluk Cendrawasih, tersedia penerbangan dari Jakarta menuju Biak. Dari Biak, tersedia pesawat perintis seperti Susi Air ke Manokwari atau Nabire. Dari Bandara Nabire, bisa dilanjutkan perjalanan ke Taman Nasional Teluk Cendrawasih menggunakan perahu motor sekitar 3 jam perjalanan.